Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL).

Pada hari selasa, tanggal 25 Juli 2017 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta mendapatkan undangan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti) Tentang Standar Operasional Prosedur Penomoran Ijazah Nasional (PIN) beserta Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL).

Mulai September 2016, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menerapkan penomoran ijazah nasional untuk lulusan perguruan tinggi. Format penomoran yang seragam akan memudahkan pendeteksian ijazah yang dikeluarkan oleh semua perguruan tinggi di Indonesia.

Peluncuran penomoran ijazah nasional (PIN) yang didukung sistem verifikasi ijazah secara daring (Sivil) dilakukan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir pada hari Senin (2/5/2017). Selain itu, diluncurkan pula program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (Budi) dan a Pusat Informasi dan Pelayanan Terpadu (Pintu).

Nasir mengatakan, Kemristek dan Dikti berupaya agar pemalsuan ijazah bisa teratasi dengan pengecekan yang mudah secara daring. Selain itu, ijazah yang dikeluarkan harus dapat dipastikan merupakan hasil proses belajar-mengajar yang benar sesuai ketentuan.

“Nanti nomor ijazah terkoneksi dengan sistem verifikasi. Jika tidak sesuai, keabsahan ijazah tersebut dapat ditelusuri lebih lanjut. Program ini dibuat untuk melindungi masyarakat,”

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad menjelaskan, PIN terdiri dari 14 digit angka yang memuat informasi nama program studi, tahun kelulusan, nomor urut mahasiswa, dan check digit. Dengan nomor PIN ini, keabsahan ijazah bisa dicek lewat Sivil yang terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT).

Sivil yang terintegrasi dengan PDPT memudahkan orang untuk melacak keabsahan seorang lulusan. Hal ini dilakukan dengan memverifikasi riwayat proses pendidikan di Perguruan Tinggi dan pemenuhan atas standar nasional Perguruan Tinggi.

Advertisements

STIP JAKARTA MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY

STIP JAKARTA MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY

World Class University (WCU) dalam beberapa tahun terakhir ini ramai dibicarakan di Indonesia. Peran global perguruan tinggi dalam upaya merespons tantangan global, dimunculkan dalam gagasan Cross Border University dan ditampilkan dalam apa yang disebut dengan “World Class University”.

Pada hari selasa tanggal 23 Mei 2017, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta mendapatkan undangan khusus dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bagi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia yang telah mendapatkan Akreditasi “A” untuk diarahkan menjadi World Class University. WCU mengandung makna kebersamaan global.WCU muncul bagi kepentingan masa depan dan kehidupan masa depan masyarakat bangsa-bangsa di dunia. WCU bukan sebuah kemegahan atau luxury,bukan pula perwujudan academic excellence dan lambang kemajuan keilmuan yang dicapai semata, melainkan lebih dari semua itu. Universitas besar seperti Harvard University, Oxford University, dan Cambridge University, sesungguhnya tidak dirancang untuk menjadi WCU. Perguruan tinggi itu dirancang untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, yang memberikan kontribusi tidak hanya kepada masyarakat bangsa di mana universitas itu berada, tapi juga untuk bangsa-bangsa lain.

Menurut Michael Lubacs, Brand Director Times Higher Education Word University Rangking, Indikator World Class University Pendidikan yakni:

Strategi STIP Jakarta Menuju WCU Tahun 2035

Inilah sepuluh Strategi menuju masa depan tahun 2035. Upaya ini bukan pekerjaan singkat, tapi memerlukan waktu lama paling tidak 18 tahun, belum termasuk masa transisi. Strategi jangka panjang yang diperlukan untuk membawa Sekolah Tingi Ilmu Pelayaran, bergerak secara dinamis menuju WCU pada tahun 2035, dijelaskan sebagai berikut.

  1. Menetapkan policy untuk mengembangkan pembinaan sikap kepemimpinan, mental dan moral yang baik kesamaptaan fisik yang prima serta peduli terhadap keselamatan, keamanan, efisiensi pelayaran dan pencegahan pencemaran lingkungan laut dalam jangka panjang dengan dukungan sumber daya yang diperlukan menuju terwujudnya WCU pada tahun 2035.
  2. Menyusun long terms plan di mana terdapat sekurang-kurangnya empat hal utama: longterms strategies, goals,programs,dan sumber daya yang diperlukan untuk menjadi pegangan dalam melakukan pembangunan keseluruhan aspek utama.
  3. Mengembangkan infrastruktur, sarana prasarana, simulator dengan kokoh sebagai pilar penopang pembangunan aspek-aspek strategis.
  4. Membangun institutional research capacity sebagai instrumen kelembagaan untuk melaksanakan riset yang menghasilkan invention dan inovasi sebagai hasil ciptaan lembaga untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan kemaritiman.
  5. Membangun leadership capacity kelembagaan secara total dari tingkat lembaga hingga tingkat jurusan.
  6. Mengembangkan dan menerapkan ICT sebagai facilitating element,baik dalam proses manajemen kelembagaan maupun dalam kegiatan akademik termasuk proses pembelajaran.
  7. Membangun hubungan dan kerja sama internasional dengan menciptakan network dan partnership dengan berbagai universitas dan berbagai perusahaan pelayaran internasional yang relevan secara terencana dengan baik untuk memasuki global market.
  8. Mengembangkan rich professionalism dan culture of excellence dalam setiap program dan kegiatan.
  9. Mengembangkan income generating programs yang bervariasi dan terus menerus untuk mengokohkan keuangan lembaga dalam jangka waktu yang panjang untuk mendukung keseluruhan upaya perwujudan World Class University pada 2035.
  10. Melakukan diseminasi dan komunikasi secara luas, baik lokal, nasional, maupun global dengan memanfaatkan berbagai jenis media massa Internasional.

Pelayanan pendidikan dan pelatihan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta memiliki tuntutan dari masyarakat pengguna jasa untuk dapat meningkatkan lulusan yang mampu dan kompeten dalam bidang kenautikaan, keteknikaan dan ketatalaksanaan Angkutan laut dan Kepelabuhanan maupun operasional perusahaan pelayaran.

Melalui keikutsertaan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta sebagai Lembaga Kedinasan yang aktif dalam hal standarisasi dan penjaminan mutu pendidikan, diharapkan SekolahTinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta menjadi lembaga yang mendidik Sumber Daya Manusia menjadi Perwira-perwira Pelayaran Niaga serta Ahli Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan yang handal dan berkualitas internasional.

 

Nauyanam Avasyabhavi Jivanam Anavasyabhavi

Di darat kita berkarya, Di laut kita berjaya.

 

 

 

RAPAT PENYUSUNAN SASARAN MUTU BERBASIS RESIKO ISO 9001: 2015

Salah satu kunci perubahan dalam ISO 9001: 2015 adalah adanya pembahasan risiko yang tidak lagi implisit atau terbatas pada unsur-unsur tertentu dari proses manajemen mutu. Risiko kini ditangani seluruh standar dan dibangun ke dalam keseluruhan sistem manajemen. Standar ISO 9001:2015 juga memiliki persyaratan eksplisit mengenai Risk Based Thinking (Pemikiran Berbasis Risiko) untuk mendukung serta meningkatkan pemahaman dan penerapan pendekatan proses.

Pada hari Selasa tanggal 18 April 2017, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran melaksanakan rapat penyusunan sasaran mutu berbasis resiko bersama seluruh jajaran subbag dan unit yang ada di STIP Jakarta.

Dalam ISO 9001: 2015, Risk Based Thinking membuat Preventive Action (Tindakan Pencegahan) menjadi bagian = dari perencanaan strategis dan operasional, sehingga referensi dalam standar terkait “Preventive Action (Tindakan Pencegahan)” telah digantikan dengan “Actions to Address Risks and Opportunities (Tindakan untuk Mengatasi Risiko dan Peluang.”). Pada dasarnya, Risk Based Thinking mengubah seluruh sistem manajemen menjadi alat perencanaan pencegahan.

Risk Based Thinking adalah bagian utama dari pendekatan proses, memastikan bahwa risiko dipertimbangkan dari awal sampai akhir proses. Kunci utama dari pendekatan proses adalah adanya proses organisasi yang beroperasi sebagai sebuah sistem yang terintegrasi. Dengan memahami kegiatan sebagai proses terkait yang berfungsi sebagai sistem yang lengkap, akan membantu organisasi untuk mencapai hasil yang lebih konsisten. Dengan demikian organisasi harus mempertimbangkan aktivitas input dan output; serangkaian kegiatan dalam proses; proses bekerja dalam sistem; sasaran dimana sistem harus beroperasi; dan arah dimana sistem harus pergi.

Pada bulan September 2015, ISO menerbitkan edisi baru standar manajemen mutu ISO 9001:2015 Quality management systems — Requirements. Edisi baru ini memuat banyak perubahan yang mencerminkan tren mutakhir dalam bidang manajemen yang berkembang pesat setelah edisi terakhir standar ini, ISO 9001:2008, diluncurkan.

Salah satu perubahan penting pada ISO 9001:2015 adalah pencantuman “pemikiran berbasis risiko” (risk-based thinking, RBT) bersama dengan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) terhadap pendekatan proses (process approach). RBT dijelaskan secara khusus pada klausul A.4 serta diterapkan secara umum pada klausul-klausul 4.1, 4.4, dan 6.1 ISO 9001:2015.

RBT memungkinkan suatu organisasi untuk menentukan faktor-faktor yang dapat menyebabkan proses dan sistem manajemen mutu (quality management system, QMS) menyimpang dari hasil yang direncanakan. Dari pengenalan ini, organisasi selanjutnya dapat menerapkan pengendalian preventif (pencegahan) guna meminimalkan efek negatif dan memaksimalkan peluang. Pengenalan konsep RBT ini menggambarkan integrasi antara manajemen mutu dengan manajemen risiko.

Konsep RBT secara implisit telah disertakan pada edisi-edisi ISO 9001 sebelumnya, misalnya melalui persyaratan untuk perencanaan, peninjauan, serta perbaikan. ISO 9001:2015 mencantumkan persyaratan bagi organisasi untuk memahami konteksnya (klausul 4.1) dan menentukan risiko sebagai dasar perencanaan (klausul 6.1). Hal ini menunjukkan penerapan konsep RBT dalam perencanaan dan penerapan proses QMS (klausul 4.4) serta akan membantu menentukan cakupan informasi terdokumentasi (documented information).

Salah satu tujuan utama QMS adalah sebagai alat pencegahan. Oleh sebab itu, ISO 9001:2015 tidak memiliki klausul atau subklausul terpisah mengenai tindakan pencegahan. Konsep tindakan pencegahan dinyatakan melalui penggunaan RBT di dalam penyusunan persyaratan QMS.

Penerapan RBT di dalam ISO 9001:2015 memungkinkan penghematan di dalam persyaratan preskriptif yang digantikan dengan persyaratan berbasis kinerja. Ini menimbulkan fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan ISO 9001:2008 dalam hal persyaratan proses, informasi terdokumentasi, serta tanggung jawab organisasi.

Walaupun klausul 6.1 menyebutkan bahwa organisasi harus merencanakan kegiatan untuk menangani risiko, tidak ada persyaratan untuk metode formal bagi manajemen risiko atau proses manajemen risiko yang terdokumentasi. Organisasi dapat memutuskan untuk akan atau tidak akan mengembangkan metodologi manajemen risiko yang lebih ekstensif daripada yang dipersyaratkan pada ISO 9001:2015, misalnya melalui penerapan suatu pedoman atau standar manajemen risiko seperti ISO 31000:2009.

Tidak semua proses pada QMS memiliki tingkat risiko yang sama dalam kaitannya dengan kemampuan organisasi untuk mencapai sasaran. Dampak ketidakpastian pun tidak sama terhadap semua organisasi. Sesuai dengan klausul 6.1, organisasi bertanggung jawab terhadap penerapan RBT serta tindakan yang diambil untuk menangani risiko, termasuk keputusan untuk menyimpan informasi terdokumentasi sebagai bukti tindakan terhadap risiko.

Klausul 4.1 (pemahaman organisasi dan konteksnya) menyebutkan bahwa organisasi harus menentukan isu eksternal dan internal yang relevan terhadap sasaran dan arah strategis organisasi, serta yang memengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai hasil yang diharapkan dari QMS organisasi. Organisasi juga harus memantau dan meninjau informasi terhadap isu-isu eksternal dan internal tersebut.

Klausul 4.4 (sistem manajemen mutu dan prosesnya) menyebutkan bahwa organisasi harus menangani risiko dan peluang sesuai dengan ketentuan klausul 6.1. Klausul 6.1 (tindakan penanganan risiko dan peluang) sendiri menyatakan bahwa saat merencanakan QMS, organisasi harus mempertimbangkan isu eksternal dan internal (klausul 4.1) dan persyaratan yang dirujuk pada klausul 4.2 (pemahaman kebutuhan dan harapan pihak yang berkepentingan) serta menentukan risiko dan peluang yang perlu ditangani untuk:

  • memberi pemastian bahwa QMS dapat mencapai hasil yang diharapkan;
  • meningkatkan efek yang menguntungkan;
  • mencegah atau mengurangi efek yang merugikan; serta
  • mencapai peningkatan.

Klausul 6.1 juga mencantumkan bahwa organisasi harus merencanakan tindakan untuk menangani risiko dan peluang serta bagaimana (1) mengintegrasikan dan menerapkan tindakan tersebut pada QMS dan (2) mengevaluasi keefektifan tindakan tersebut. Tindakan penanganan risiko dan peluang harus sebanding dengan potensi dampak terhadap kesesuaian produk dan layanan.

Pilihan penanganan risiko antara lain adalah menghindari risiko, mengambil risiko guna mengejar peluang, menghilangkan sumber risiko, mengubah kemungkinan dan dampak, membagi risiko, atau menerima risiko dengan keputusan terinformasi (informed decision). Peluang dapat menghasilkan adopsi praktik baru, peluncuran produk baru, pembukaan pasar baru, pengambilan pelanggan baru, pembangunan kemitraan, penggunaan teknologi baru, serta kemungkinan-kemungkinan lain yang menguntungkan dan tepat untuk mewadahi kebutuhan organisasi atau pelanggannya.

Workshop dan Asistensi Pelaporan Data PD DIKTI 2016 – 1

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran memenuhi Undangan Pusat Data dan Informasi Kemenristek Dikti Pada hari Kamis Hingga Sabtu  tanggal 23 – 25 Maret 2017 untuk melaksanakan Workshop dan Asistensi Pelaporan Data PD DIKTI Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016 – 2017 di Swiss Bell Hotel Batam.

Kegiatan ini merupakan kegiatan Rutin yang diadakan oleh Pusat Data dan Informasi Kemenristek Dikti kepada Perguruan Tinggi Kedinasan diseluruh Indonesia.

Melalui kegiatan ini dibahas berbagai kendala dan langkah langkah untuk perbaikan pelaporan pada periode berikutnya. Pada kesempatan ini juga dibahas menu menu tambahan diantaranya NIK Orangtua, NPWP, Ijazah Online dan manfaat PDPT dimasa yang akan datang.

Pelatihan Pembuatan ISBN

 

Pada hari Selasa tanggal 21 Maret 2017, Para Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran melaksanakan pelatihan pengajuan International Standard Book Number (ISBN).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Koperasi Pegawai Negeri Sipil (KPN) STIP Jakarta dengan Perpustakaan Nasional dalam hal penerbitan ISBN. Karya dosen dapat dipatenkan dan memiliki nilai jual serta diakui secara Nasional. Pembuatan buku adalah salah satu tugas utama seorang Dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memiliki bobot angka kredit yang tinggi. Buku dapat diterbitkan, dijual, diberikan di Jurusan/dikirimkan ke Perpustakaan UPT lain  untuk dijadikan referensi Bahan Ajar. Pelatihan ini dilaksanakan pada Dosen Jurusan Nautika, Teknika dan KALK yang merupakan titik awal persiapan STIP dalam menghadapi Akreditasi Jurusan pada 2018 serta Akreditasi Lembaga Tahun 2020 nanti.

 

Studi Banding dari Badan Sumber Daya Manusia Kementrian Kelautan dan Perikanan

Pada hari Selasa tanggal 14 Februari 2017, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran mendapatkan kunjungan dari Badan Sumber Daya Manusia Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Rombongan diterima oleh Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan, Bapak Cpat. Sukirno, MM serta Tim Jajaran SPMI STIP Jakarta. Dalam Kunjungan tersebut, pihak Badan Sumber Daya Manusia Kementrian Kelautan dan Perikanan melakukan Studi Banding mengenai pelaksanaan SPMI serta mekanisme penerimaan calon Taruna di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan visi misi, struktur SPMI STIP dan langsung ditanggapi sekaligus Tanya jawab dari kedua belah pihak.

Dengan adanya kunjungan studi banding tersebut diharapkan dapat lebih mempererat hubungan kerjasama diantara kedua pihak serta dapat saling bertukar informasi dalam rangka mewujudkan pelayanan prima diantara kedua lembaga.

whatsapp-image-2017-02-14-at-09-10-05

Akreditasi Lembaga Beserta Seluruh Program Studi STIP JAKARTA Terakreditasi “A”

Belakangan ini terdapat kecenderungan para alumni mendatangi lagi lembaga almamaternya bukan untuk sekedar melepas rasa kangen terhadap adik-adik kelasnya maupun sekedar bertemu dengan dosen-dosen waktu semasa kuliah dulu, namun untuk suatu kepentingan mendapatkan informasi tentang peringkat akreditasi almamaternya. Informasi ini sangat diperlukan karena beberapa perusahaan atau institusi yang menampung para lulusan perguruan tinggi saat ini telah menjadikan peringkat akreditasi sebagai salah satu indikator melihat kualitas pencari kerja yaitu dengan melihat kondisi riil almamaternya terlebih dahulu.

Salah satu Kriteria suatu Perguruan Tinggi mendapat Akreditasi A yakni, Kualitas dosen, infrastruktur, perkembangan riset harus semakin baik. Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang digunakan lembaga dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Kegiatan ini diawali dengan melakukan kegiatan evaluasi diri (self evaluation) terhadap berbagai/komponen dari masukan, proses dan produk perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi tersebut dan mengirimkan laporannya ke lembaga asesor.

Selanjutnya berdasarkan laporan evaluasi tersebut pihak lembaga asesor mengirim beberapa pertanyaan (borang) untuk diisi dan berdasarkan isian tersebut dilakukan kunjungan lapangan (site visit) oleh asesor sebagai tindakan validasi. Dengan kata lain Akreditasi sama dengan status dan proses. Status disni dalam konteks perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan, sedangkan Proses dalam konteks ini maksudnya adalah proses kegiatan akademik telah dilakukan memenuhi standar mutu dan kecenderungan melakukan perbaikan secara berkesinambungan melalui evaluasi diri.

Akreditasi adalah sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan penjaminan mutu alumni perguruan tinggi, Akreditasi dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT), dan terdiri dari 2 akreditasi, yaitu Akreditasi Program Studi (Prodi) dan Akreditasi  Perguruan Tinggi/Institusi.

Jika ibarat sebuah kapal, maka akreditasi adalah semacam keterangan kelaikan dari sebuah badan penjamin mutu bahwa kapal yang diproduksinya laik dipasarkan, bahkan tidak hanya di tingkat lokal, tapi bisa bersaing untuk diekspor.

BAN-PT adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu program studi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan.

Tujuan dan manfaat akreditasi

  1. Memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT dengan merujuk pada Standar Nasional pendidikan yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidakmemenuhi standar yang ditetapkan itu.
  2. Mendorong program studi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi
  3. Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi yang lain.

Mutu program studi merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak, atau layanan/kinerja program studi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan itu.

Penilaian akreditasi prodi didasarkan pada 7 standar, antara lain:

  1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, dan strategi pencapaian.
  2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu BAN-PT.
  3. Mahasiswa dan lulusan, ini biasanya dilihat quesioner para lulusannya, IP yang diraih para mahasiswanya, rekrutmen mahasiswa.
  4. Sumber daya manusia (SDM) seperti jumlah dosen, kualifikasi dosen, pengembangan dosen.
  5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik.
  6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi.
  7. Penelitian (Jurnal2, Karya Ilmiah, dll) dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Setelah itu didapat nilai akhir (skala 0-400)  kemudian dibagi dalam tingkatan akreditasi A untuk prodi dengan nilai akhir 361-400, akreditasi B nilai 301-360, akreditasi C nilai 201-300. Agar dapat mengeluarkan ijazah, sebuah prodi harus minimal terakreditasi C.

Akreditasi bagi Sekolah Tinggi/Universitas sudah menjadi seperti nyawa. Manfaat lain dari akreditasi adalah, bagi lulusan yang ingin bekerja apalagi ingin jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), beberapa instansi mensyaratkan akreditasi. Bahkan beberapa perusahaan swasta sudah mensyaratkan calon tenaga kerjanya harus dari perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B bahkan_harus_A.
Banyak instansi-instansi yang mensyaratkan tenaga kerjanya berasal dari lulusan prodi yang berakreditasi A. Kalau Pemda umumnya minimal B. Walaupun dari Universitas Negeri yang ternama sekalipun tapi jika akreditasinya C maka tidak bisa mendaftar di pemda (pemerintah daerah).

Dalam Undang-Undang 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti), mulai 10 Agustus 2014, ijazah legal jika dikeluarkan oleh kampus yang institusi dan prodinya terakeditasi. ”Jika prodinya saja yang terakreditasi, ijazahnya bodong. Masyarakat harus tahu aturan baru ini, supaya tidak menyesal,” kata Ketua BAN PT, Mansyur Ramli, seperti dikutip JPNN (10 Agustus 2014, Institusi dan Prodi Wajib Terakreditasi).

SekolahTinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta memiliki 3 Program Studi yakni Nautika, Teknika dan Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan. Ketiga Program Studi tersebut semuanya mendapat Akreditasi dengan Peringkat “A”. Artinya, SekolahTinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta  merupakan Sekolah tinggi dengan semua Program Studi nya Terakreditasi “A”. Hal ini sesuai dengan:

  1. SK nomor: 261/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-IV/VII/2014 untuk Program Studi Nautika dengan Nilai 361 dengan peringkat “A” dan berlaku hingga 23 Juli 2019.
  2. SK nomor: 092/SK/BAN-PT/Ak-SURV/Dpl-IV/III/2015 untuk Program Studi Teknika dengan Nilai 377 dengan peringkat “A” dan berlaku hingga 23 Juli 2019.
  3. SK nomor: 181/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-IV/VI/2014 untuk Program Studi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan dengan peringkat “A” dan berlaku hingga 27 Juni 2019.

jurusan

Pada awal tahun 2017 ini, SekolahTinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta mendapatkan pengakuan Akreditasi Lembaga (AIPT) dengan predikat “A” berdasarkan SK nomor: 3005/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2016 Tanggal 20 Desember 2016 dan akan berlaku hingga 20 Desember 2021. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta merupakan Sekolah Kedinasan dibawah Badan Pengembangan SDM Perhungan dan menjadi satu-satu nya perguruan Tinggi dibawah Kementrian Perhubungan yang telah melakukan Akreditasi Lembaga dan setingkat dengan 27 Perguruan Tinggi Negeri, 15 Perguruan Tinggi Swasta, dan 3 Perguruan Tinggi Kementrian Lain yang sudah mendapatkan Akreditasi “A” dari Tiga ribuan Perguruan Tinggi di Indonesia.

 

lembaga

Melalui keikutsertaan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta sebagai sekolah Kedinasan yang aktif dalam hal standarisasi dan penjaminan mutu pendidikan, diharapkan SekolahTinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta menjadi lembaga yang mendidik Sumber Daya Manusia menjadi Perwira-perwira Pelayaran Niaga serta Ahli Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan yang handal dan berkualitas internasional.

 

Nauyanam Avasyabhavi Jivanam Anavasyabhavi

Di darat kita berkarya, Di laut kita berjaya.

Sosialisasi Penilaian Angka Kredit (PAK) Online

whatsapp-image-2016-11-25-at-15-28-04

Angka kredit, adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilaibutir-butir kegiatan yang diberikan/ditetapkan berdasarkan penilaian atasprestasi yang telah dicapai oleh seorang dosen dan yang dipergunakan sebagaisalah satu syarat dalam rangka pembinaan karier dalam jabatanfungsional/kepangkatan dosen. Dasar Hukum Kegiatan ini adalah Peraturan Menpan No. : 17 Tahun 2013 tentang JabatanFungsional dan Angka Kreditnya. Pada tanggal24 November 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran mengikuti sosialisasi Penilaian Angka Kredit (PAK) secara Online sehingga data yang diupload oleh kementrian dapat langsung dikoreksi dan disetujui oleh Direktorat Karir dan Kompetensi SDM, Direktorat Jenderal Sumberdaya IPTEK dan DIKTI, Kementrian Riset danTeknologi Pendidikan Tinggi.

Downlod materi sosialisasi ini, dapat diunduh di laman: http://www.4shared.com/rar/PeBnSZbgba/Materi_Sosialisasi_PAK_2016_Ja.html

Sosialisasi Pemutakhiran Data PDDIKTI untuk pengelolaan Sertifikasi Dosen.

whatsapp-image-2016-11-10-at-10-23-57-3

Pada hari Rabu 9 Noveber 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran memenuhi undangan Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (RISTEK Dikti) Dalam Rangka Sosialisasi Pemutakhiran Data PDDIKTI untuk pengelolaan Sertifikasi Dosen.

Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen. Program ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi.

Sertifikasi dosen merupakan program yang dijalankan berdasar pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah R.I No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen dan Peraturan Mendiknas RI Nomor 47 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Pendidik Untuk Dosen. Proses penilaian akhir portofolio dilakukan oleh asesor, yang diusulkan oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dosen setelah mengikuti pembekalan sertifikasi, dan mendapatkan pengesahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Hasil diskusi tersebut memberikan informasi mengenai update dan pengajuan perubahan data dosen pada PDPT Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran agar link ke menu serdos dan sosialisasi penggunakan akun serdos oleh Perguruan tinggi pengusul (PTU).

 

Bahan/Data hasil sosialisasi dapat diunduh pada link dibawah ini:
http://www.4shared.com/postDownload/clgccfUCce/bahan_rapat.html

 

Visitasi re-Akreditasi Lembaga

whatsapp-image-2016-10-28-at-08-33-06

Pada Hari Jumat tanggal 28 Oktober 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta melaksanakan Visitasi re-Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pejabat Struktural dan fungsional STIP Jakarta, diawali dengan Pembukaan Oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan dilanjutkan paparan oleh 3 Asesor yaitu : Prof.Dr.Ir. Niartiningsih.,MP (UNHAS), Prof.Ir. Ahmad Zubaydi.,M.eng (ITS), Dr. John Suprihanto.,MIM (UGM).

Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang digunakan lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Dengan demikian, akreditasi melindungi masyarakat dari penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Penilaian yang dilakukan oleh pakar sejawat dari luar institusi terkait (external peer reviewer).

Kegiatan Penilaian akreditasi Lembaga didasarkan pada 7 standar, antara lain:

  1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, dan strategi pencapaian
  2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu BAN-PT
  3. Mahasiswa dan lulusan, ini biasanya dilihat quesioner para lulusannya, IP yang diraih para   mahasiswanya, rekrutmen mahasiswa
  4. Sumber daya manusia (SDM) seperti jumlah dosen, kualifikasi dosen, pengembangan dosen
  5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik
  6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi
  7. Penelitian (jurnal, karya ilmiah, dll) dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Dengan adanya kegiatan re-Akreditasi ini, diharapkan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta akan Menjadi institusi pendidikan pelayaran bertaraf internasional yang menghasilkan sumber daya manusia pelayaran professional sesuai dengan Visi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.

whatsapp-image-2016-10-28-at-08-33-53