Audit Internal Dalam Rangka Persiapan Audit Quality Standard System (QSS).

whatsapp-image-2016-11-14-at-10-07-34

Pada hari Senin tanggal 14 November 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran melaksanakan Persiapan Audit Quality Standard System (QSS).

Pelaksanaan audit internal ini dilaksanakan pada Jurusan Nautika, Teknika dan Divisi pengembangan Usaha yang merupakan titik awal persiapan STIP dalam menghadapi Eksternal Audit IMO, di mana setelah kegiatan audit internal ini akan di lanjutkan dengan kegiatan Audit Eksternal dari Ditkapel untuk STIP yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 November 2016.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop yang telah diselenggarakan Pada hari Rabu sampai dengan Kamis Tanggal 5 – 6 Oktober 2016 lalu tentang persiapan (QSS) yang berbasis pada STCW 1978 Amandement 2010 dengan narasumber dari Ditkapel yaitu Bapak Capt. Ferry Akbar dan Bapak Capt. Bharto Ari Raharjo yang membahas masalah penerbitan sertifikat, STCW dan IMSAS (IMO Member State Audit Scheme) Serta Bapak Capt. Yan Riswandi.,M.Sc yang membahas tentang STCW Amandement 2010 khususnya berkenaan dengan pelaksanaan Training yang di selenggarakan oleh STIP harus sesuai dengan Regulasi dari STCW untuk menunjang persiapan STIP dalam menghadapi kedatangan Auditor Eksternal dari IMO yang kemungkinan akan di laksanakan pada awal tahun 2017.

 

Advertisements

Sosialisasi Pemutakhiran Data PDDIKTI untuk pengelolaan Sertifikasi Dosen.

whatsapp-image-2016-11-10-at-10-23-57-3

Pada hari Rabu 9 Noveber 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran memenuhi undangan Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (RISTEK Dikti) Dalam Rangka Sosialisasi Pemutakhiran Data PDDIKTI untuk pengelolaan Sertifikasi Dosen.

Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen. Program ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi.

Sertifikasi dosen merupakan program yang dijalankan berdasar pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah R.I No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen dan Peraturan Mendiknas RI Nomor 47 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Pendidik Untuk Dosen. Proses penilaian akhir portofolio dilakukan oleh asesor, yang diusulkan oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dosen setelah mengikuti pembekalan sertifikasi, dan mendapatkan pengesahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Hasil diskusi tersebut memberikan informasi mengenai update dan pengajuan perubahan data dosen pada PDPT Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran agar link ke menu serdos dan sosialisasi penggunakan akun serdos oleh Perguruan tinggi pengusul (PTU).

 

Bahan/Data hasil sosialisasi dapat diunduh pada link dibawah ini:
http://www.4shared.com/postDownload/clgccfUCce/bahan_rapat.html

 

Visitasi re-Akreditasi Lembaga

whatsapp-image-2016-10-28-at-08-33-06

Pada Hari Jumat tanggal 28 Oktober 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta melaksanakan Visitasi re-Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pejabat Struktural dan fungsional STIP Jakarta, diawali dengan Pembukaan Oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan dilanjutkan paparan oleh 3 Asesor yaitu : Prof.Dr.Ir. Niartiningsih.,MP (UNHAS), Prof.Ir. Ahmad Zubaydi.,M.eng (ITS), Dr. John Suprihanto.,MIM (UGM).

Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang digunakan lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Dengan demikian, akreditasi melindungi masyarakat dari penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Penilaian yang dilakukan oleh pakar sejawat dari luar institusi terkait (external peer reviewer).

Kegiatan Penilaian akreditasi Lembaga didasarkan pada 7 standar, antara lain:

  1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, dan strategi pencapaian
  2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu BAN-PT
  3. Mahasiswa dan lulusan, ini biasanya dilihat quesioner para lulusannya, IP yang diraih para   mahasiswanya, rekrutmen mahasiswa
  4. Sumber daya manusia (SDM) seperti jumlah dosen, kualifikasi dosen, pengembangan dosen
  5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik
  6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi
  7. Penelitian (jurnal, karya ilmiah, dll) dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Dengan adanya kegiatan re-Akreditasi ini, diharapkan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta akan Menjadi institusi pendidikan pelayaran bertaraf internasional yang menghasilkan sumber daya manusia pelayaran professional sesuai dengan Visi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.

whatsapp-image-2016-10-28-at-08-33-53

Kunjungan STIP Ke Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (RISTEK Dikti) Dalam Rangka Validasi Perubahan Data ke Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT)

whatsapp-image-2016-10-21-at-14-23-43-1

Pada hari Jumat 21 Oktober 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Melakukan kunjungan ke Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (RISTEK Dikti) untuk melakukan Validasi Perubahan Data ke Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT). Kunjungan ini merupakan kunjungan lanjutan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan selaku Pembina PDPT bagi Sekolah dibawah Kementrian Kementerian Perhubungan Pada hari Senin 10 Oktober 2016 lalu untuk melaksanakan diskusi terkait Pelaksanaan Pelaporan dan Perubahan data ke PDPT.

Kunjungan dimulai dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk melaporkan kendala-kendala yang terjadi pada operator Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Kemudian kunjungan ke Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) PDPT yang berada di Lantai 2. Hasil diskusi tersebut menemukan beberapa hal yakni adanya menu perubahan data yang diusulkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran tidak muncul pada menu Admin BPSDM namun muncul di Pusdatin Ristek Dikti sehingga usulan terkait perubahan-perubahan, dll tidak dapat diproses.

Hasil diskusi tersebut menghasilkan kesimpulan adanya ketidaksesuaian antara menu usulan dengan dengan menu persetujuan pada PDPT Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Tindak lanjut  yang akan dilakukan adalah selalu melakukan koordinasi antara Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, BPSDM dan Kemenristek Dikti sehingga permasalahan-permasalahan tersebut dapat segera teratasi.

whatsapp-image-2016-10-21-at-10-00-58

 

Rapat Persiapan Visitasi BAN-PT

whatsapp-image-2016-10-18-at-09-14-55

Pada pada tanggal 18 Oktober 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta melaksanakan rapat persiapan Visitasi re-Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). Kegiatan ini diawali dengan paparan persiapan pelaksanaan, jadwal kegiatan, PIC, dll. kegiatan tersebut berlaksanakan di ruang rapat  yang di pimpin oleh Puket II Yaitu Bapak Heru Widada.,MM dan dihadiri oleh seluruh Pejabat Struktural maupun fungsional STIP Jakarta. Dalam rapat tersebut diputuskan beberapa hal penting terkait persiapan kunjungan Asesor BAN-PT yang akan di laksanakan pada tanggal 27-29 Oktober 2016. Visitasi ini akan di lakukan oleh 3 Asesor  yaitu : Prof.Dr.Ir. Niartiningsih.,MP (UNHAS), Prof.Ir. Ahmad Zubaydi.,M.eng (ITS), Dr. John Suprihanto.,MIM (UGM).

Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang digunakan lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Dengan demikian, akreditasi melindungi masyarakat dari penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Penilaian yang dilakukan oleh pakar sejawat dari luar institusi terkait (external peer reviewer).

 

 

Kunjungan STIP Ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Dalam Rangka Validasi Perubahan Data ke Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT)

whatsapp-image-2016-10-10-at-14-59-04

Pemerintah menyediakan ruang untuk melakukan pengecekan keabsahan dan legalitas alumnus suatu perguruan tinggi melalui Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT).

Bila nama seseorang tercantum sesuai ketentuan di dalam PDPT, maka dipastikan ijazahnya legal. ”Sebaliknya bila pada PDPT namanya tidak muncul namun memiliki ijazah, maka bisa dipastikan itu palsu.

Manfaat Umum PDPT antara lain Mendukung kebutuhan PT dalam :

  1. Memperpanjang ijin penyelenggaraan Program Studi, Serdos dan BKD, Beasiswa Dosen dan Mahasiswa, Bantuan Hibah, dll.
  2. Menyediakan pusat penyimpanan data pelaporan akademik dan non akademik PT (termasuk publikasi ilmiah).
  3. Mendukung kebutuhan benchmarking PT.
  4. Mengakomodasi heterogenitas sistem informasi di PT.
  5. Mempermudah pengiriman data (letak geografis).
  6. Menjamin keamanan data di level jaringan dan basis data.
  7. Mendukung integritas dan konsistensi data.
  8. Membantu dalam pengambilan keputusan.

Sumber : ICT – PDPT – Dikti

 

Pada hari Senin 10 Oktober 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Melakukan kunjungan ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan selaku Pembina PDPT bagi Sekolah dibawah Kementrian Kementerian Perhubungan dalam Hal ini diwakili oleh Ibu Citra Handayani, untuk melaksanakan diskusi terkait Pelaksanaan Pelaporan dan Perubahan data ke PDPT.

Hasil diskusi tersebut menemukan beberapa hal yakni adanya menu perubahan data yang diusulkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran tidak muncul pada menu Admin BPSDM sehingga usulan terkait perubahan-perubahan, dll tidak dapat diproses.

Hasil diskusi tersebut menghasilkan kesimpulan adanya ketidaksesuaian antara menu usulan dengan dengan menu persetujuan pada PDPT Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Tindak lanjut  yang akan dilakukan adalah melakukan koordinasi lanjutan antara Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, BPSDM dan Kemenristek Dikti sehingga permasalahan-permasalahan tersebut dapat segera teratasi.

whatsapp-image-2016-10-10-at-14-59-04-1

 

 

WORKSHOP QSS

no-4

Pada hari Rabu sampai dengan Kamis Tanggal 05-06 Oktober 2016 STIP Jakarta yang dalam hal ini di prakarsai oleh bagian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melaksanakan kegiatan workshop tentang persiapan Quality Standard System (QSS) yang berbasis ada STCW 1978 Amandement 2010

dengan mengundang narasumber pada hari pertama dari Ditkapel yaitu Bapak Capt. Ferry Akbar dan Bapak Capt. Bharto Ari Raharjo yang membahas masalah penerbitan sertifikat, STCW dan IMSAS (IMO Member State Audit Scheme).

hari-ke-2-01

Pada hari ke dua di isi oleh nara sumber dari dosen STIP yaitu Bapak Capt. Yan Riswandi.,M.Sc yang membahas tentang STCW Amandement 2010 khususnya berkenaan dengan pelaksanaan Training yang di selenggarakan oleh STIP harus sesuai dengan Regulasi dari STCW untuk menunjang persiapan STIP dalam menghadapi kedatangan Auditor Eksternal dari IMO yang kemungkinan akan di laksanakan pada awal tahun 2017.

Pelaksanaan workshop ini merupakan titik awal persiapan STIP dalam menghadapi Eksternal Audit IMO, di mana setelah kegiatan workshop ini akan di lanjutkan dengan kegiatan Audit Internal yang mengacu pada STCW 2010 dan kemudian akan di teruskan dengan kegiatan Audit Eksternal dari Ditkapel untuk STIP.

hari-ke-2-no-02

Akreditasi Nasional Ban-PT

WhatsApp Image 2016-09-08 at 06.48.17.jpeg

kolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada pada tanggal 6 September 2016 melaksanakan Pengumpulan Dokumen re-Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). Kegiatan ini diawali dengan kunjungan ke Direktorat Riset dan Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (RISTEK DIKTI) untuk mendapatkan surat pengantar ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sebagai tanda pendaftaran Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta akan melaksanakan re-Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT).Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang digunakan lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Dengan demikian, akreditasi melindungi masyarakat dari penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Penilaian yang dilakukan oleh pakar sejawat dari luar institusi terkait (external peer reviewer). Kegiatan ini diawali dengan melakukan kegiatan evaluasi diri (self evaluation) terhadap berbagai/ komponen dari masukan, proses dan produk perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi tersebut dan mengirimkan laporannya ke lembaga asesor.

Selanjutnya berdasarkan laporan evaluasi tersebut pihak lembaga asesor mengirim beberapa pertanyaan (borang) untuk diisi dan berdasarkan isian tersebut dilakukan kunjungan lapangan (site visit) oleh asesor sebagai tindakan validasi. Dengan kata lain Akreditasi sama dengan status dan proses. Status disni dalam konteks perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan, sedangkan Proses dalam konteks ini maksudnya adalah proses kegiatan akademik telah dilakukan memenuhi standar mutu dan kecenderungan melakukan perbaikan secara berkesinambungan melalui evaluasi diri.

Akreditasi adalah sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan penjaminan mutu alumni perguruan tinggi, sehingga kualitasnya antar PT tidak terlalu bervariasi sesuai kebutuhan kerja. Akreditasi PT dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT), dan terdiri dari 2 akreditasi, yaitu akreditasi program studi (prodi) dan akreditasi  perguruan tinggi/institusi.

Jika ibarat sebuah mobil, maka akreditasi adalah semacam keterangan kelaikan dari sebuah badan penjamin mutu bahwa mobil yang diproduksinya laik dipasarkan, bahkan tidak hanya di tingkat lokal, tapi bisa bersaing untuk diekspor.

BAN-PT adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu program studi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan.

Tujuan dan manfaat akreditasi

  1. Memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT dengan merujuk pada standar nasional pendidikan yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan itu.
  2. Mendorong program studi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi
  3. Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi yang lain.

Mutu program studi merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak, atau layanan/kinerja program studi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan itu.

Penilaian akreditasi prodi didasarkan pada 7 standar, antara lain:

  1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, dan strategi pencapaian
  2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu BAN-PT
  3. Mahasiswa dan lulusan, ini biasanya dilihat quesioner para lulusannya, IP yang diraih para   mahasiswanya, rekrutmen mahasiswa
  4. Sumber daya manusia (SDM) seperti jumlah dosen, kualifikasi dosen, pengembangan dosen
  5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik
  6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi
  7. Penelitian (jurnal2, karya ilmiah, dll) dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Dengan adanya kegiatan re-Akreditasi ini, diharapkan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta akan Menjadi institusi pendidikan pelayaran bertaraf internasional yang menghasilkan sumber daya manusia pelayaran professional sesuai dengan Visi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.

WhatsApp Image 2016-09-08 at 06.48.17(1).jpeg

Audit Surveillance 1 di STIP Jakarta

WhatsApp Image 2016-09-07 at 15.42.39.jpeg

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada pada tanggal 7 September 2016 melaksanakan Audit Surveillance 1 melalui Lembaga Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA) sebagai Lembaga sertifikasi dan Asesor independen penerapan Sistem Manajemen ISO 9001 : 2008 dalam hal ini diwakili oleh Bapak Eddy Surya Wirawan.

Pelaksanaan Audit Surveillance 1 ini dihadiri oleh Pejabat Struktural dan Fungsional, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Pembantu Ketua II Bapak Heru Widada, MM menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara.

Auditor melakukan assessment, monitoring dan improvement progres sebelumnya menggunakan metode diskusi, observasi, riview pada unit fasilitas kelas, perbaikan ruang kelas, sekat pemisah peserta diklat dan progres fasilitas yang telah ditempati kembali serta riview unit bahasa.

Hasil Audit Surveillance 1 yang telah disusun tersebut kemudian dipaparkan dalam closing meeting. Selanjutnya hasil Monitoring Improvement yang didapatkan didiskusikan dan disusun sebagai bahan perbaikan. Adapun kesimpulan dari pelaksanaan Audit tersebut didapatkan hasil bahwa penerapan Sistem Manajemen ISO 9001 : 2008 pada STIP Jakarta sudah sudah sesuai dengan standar mutu Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008.

WhatsApp Image 2016-09-07 at 13.17.01(1).jpeg

Kunjungan STIP Ke Direktorat Perkapalan Dan Kepelautan Dalam Rangka Persiapan Workshop Quality Standard System (QSS)

aaaaaaa

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran yang dalam hal ini diwakili oleh Tim dari SPMI (yang terdiri dari Agus Widodo, Capt. Asep Yedi Heryadi, dan Valentin Vina Ratnapuri) pada hari Rabu tanggal 29 September 2016 telah melakukan kunjungan ke Direktorat Perkapalan dan Kepelautan yang diwakili oleh Capt. Barto Ari Raharjo dan Capt. Ferro Hidayat di Kementerian Pehubungan Jalan Medan Merdeka Barat No.8, Gambir, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dalam rangka koordinasi untuk persiapan audit Quality Standard System (QSS) di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sehubungan dengan kedatangan IMO pada tahun 2017. Hasil dari kunjungan tersebut didapatkan kesepakatan dengan  Ditkapel untuk pelaksanaan workshop Quality Standard System (QSS) yang akan dilaksanakan di STIP pada tanggal 5 s.d. 6 Oktober 2016 dan juga SPMI mendapatkan bahan-bahan untuk kepentingan audit internal yang mengacu pada IMO Model Course dan STCW Amendment  2010 antara lain sebagai berikut :

  1. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No: HK.103/1/18/DJPL-16 tentang Petunjuk Teknis Penerbitan Pengesahan (Approval) Program Diklat Keahlian dan Keterampilan Khusus Pelaut Serta Program Diklat Berbasis Sertifikasi Kepelautan Pada Lembaga Diklat Kepelautan.
  2. Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut No: HK.103/1/9/DJPL-16 tentang Standar Auditor (Supervisor), Pendidikan, Penguji, dan Praktisi Medis (Medical Practitioners) di Bidang Kepelautan serta Pengukuhannya.
  3. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No: HK. 103/1/2/DJPL-2016 tentang Pemutakhiran Bagi Pelaut yang tidak Memiliki Masa Layar dalam rangka Sertifikasi Insternational Convention on Standard of Training Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) 1978 Amandemen 2010.
  4. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No: HK. 103/3/13/DJPL-15 tentang Sertifikat Keahlian dan Keterampilan Awak Kapal Negara.

Peraturan-peraturan tersebut digunakan sebagai landasan dalam pembuatan Check List Audit Internal Program Diklat Keterampilan dan Keahlian Khusus Pelaut.